Catherine The Great, Si Putri Jerman Lusuh yang Berkembang Menjadi Penguasa Paling Populer Rusia
Oleh: Syafril Agung Oloan Siregar
Jika berbicara tentang monarki Rusia, nama-nama yang paling sering dibicarakan adalah Kaisar Nicholas II yang dibantai bersama keluarganya oleh revolusioner Rusia (istilah halus bagi pemberontak yang menang), Peter the Great sang pembaharu Rusia, dan tentu saja kaisar perempuan tersukses, Catherine the Great.
Musim dingin 1744, Putri Sophie Friederike Auguste von Anhalt-Zerbst diundang oleh Maharani Rusia, Yelisabeta Petrovna ke Rusia untuk dijodohkan dengan Putra Mahkota Rusia, Pangeran Peter. Hal ini dikarenakan usaha diplomasi yang diadakan oleh Count Lestock, Raja Friedrich II of Prussia dan Ratu Elizabeth. Selain fakta bahwa Peter adalah pangeran yang besar di Jerman. Maka, calon pengantinnya pun didatangkan dari Jerman.
Ditemani oleh Ibunya, Putri Elizabeth of Holstein-Gattorp, ia pun berangkat ke Rusia. Ibunya kemudian diusir dari Rusia setelah ketahuan menjadi mata-mata bagi Raja Friedrich II of Prussia. Ibunya sempat menjalin hubungan dengan Ivan Betskoy yang ditugaskan oleh Ratu Elizabeth untuk memata-matai ia dan putrinya.
Meskipun keturunan raja dan bergelar putri, keluarga Putri Friederike bukanlah keluarga kaya raya. Ia masih keturunan Raja Friedrike of Denmark dan ayahnya sendiri merupakan penguasa di salah satu kerajaan kecil di Jerman. Konon kabarnya, ia cuma membawa sedikit gaun dari Jerman dan tampil lusuh ketika pertama kali berhadapan dengan sang ratu.
Pangeran Peter adalah pangeran yang kekanak-kanakan. Ia lebih suka bermain tentara-tentaraan dibandingkan menemani calon pengantinnya. Friederike pun mencoba mendekati calon suaminya dengan mengikuti permainan itu. Pada tahun 1745 ia pun menikah dengan Peter. Ia bertukar nama menjadi Ekaterina Alekseyevna dan berpindah keyakinan dari Lutheranisme menjadi Ortodoks Rusia. Hal ini sempat mendapat tentangan keras dari ayahnya, Pangeran Christian August of Anhalt-Zerbst.
KERAGUAN ATAS KELEGALAN PUTRANYA
Selama sembilan tahun pernikahan mereka, Ekaterina tidak pernah disentuh oleh Peter. Ia lebih suka menggundik dan menjauh dari pernikahan. Ekaterina benar-benar menjaga keperawanannnya selama sembilan tahun. Hingga pada tahun 1754 situasi berubah, Peter tiba-tiba menginginkannya. Pada saat itu, atas petintah Ratu Elizabeth ia sudah berhubungan dengan Sergei Saltykov.
Beberapa saat kemudian, ia pun hamil dan melahirlan seorang putra. Putra tersebut dinamai Pavel Petrovich. Banyak keraguan mendasari ayah anak ini. Ada yang mengatakan kalau ayahnya sebenarnya adalah Saltykov bukan Peter. Tetapi, di kemudian hari Pavel menunjukkan kemiripan tingkah laku dengan Peter meskipum mereka tidak saling mengenal.
Ekaterina juga menjalin hubungan dengan Pangeran Polandia, Stanislaw August Poniatowski dimana mereka mendapatkan seorang putri, Anna Petrovna. Anna kemudian meninggal setahun kemudian. Ia juga menjalin hubungan dengan Grigory Orlov yang kemudian hari membantunya merebut takhta Rusia dan juga dengan Grigory Potemkin, yang hendak diangkatnya menjadi Kaisar Rusia. Ia dan Orlov melahirkan seorang putra, Aleksey Grigorievich Bobrinsky. Sedangkan ia dan Potemkin mempunyai kemungkinan pernah menikah.
COUP D'ETAT
Setelah Ratu Elizabeth meninggal, Peter pun dimahkotai sebagai raja. Salah satu tindakan pertamanya adalah menarik pasukan Rusia dari perang melawan Prusia dan Britania Raya. Hal ini pun menggerus dukungan padanya dan membuka jalan bagi Ekaterina untuk melakukan Coup sebagai ibu dari pewaris takhta Rusia.
Bermodalkan pasukan yang dipimlin oleh Orlov dan Potemkin, ia kemudian berhasil merebut istana Saint-Petersburg. Peter kemudian diasingkan sebelum kemudian dibunuh secara diam-diam oleh Alexei Orlov. Pasukan Ekaterina juga menyingkirkan ancaman lain, mantan kaisar Ivan VI yang dikurung oleh Ratu Elizabeth.
Meskipun bukan seorang Romanov tetapi Ekaterina tetap bisa melegitimasi kekusaannya sebagai seorang keturunan Dinasti Rurik, pendahulu Romanov. Meskipun banyak yang memperdebatkan apakah dia itu hanya seoang wali bagi putranya atau bahkan perebut takhta, nyatanya ia bertakhta hingga waktu kematiannya.
MASA KEKUASAAN, PERANG DENGAN TURKI, DAN INSIDEN LAINNYA
Ekaterina dimahkotai di Assumption Cathedral, Moskow pada tanggal 22 September 1762. Koronasinya ditandai dengan pembuatan mahkota yang didesain oleh ahli perhiasan asal Perancis, Jeremie Pauzie. Mahkota ini di kemudian hari akan menjadi salah satu benda bersejarah Rusia. Mahkota ini terinspirasi dari mahkota Kaisar Byzantium dan seolah-olah menyatakan bahwa Rusia lah pewaris kejayaan Kekaisaran Romawi. Mahkota ini kini terletak di Museum Kremlin di Moskow.
Pada masa kekuasaan Ekaterina Rusia bertambah luas sebanyak 520.000 kilometer persegi. Ia berhasil meningkatkan kekuatan Rusia baik di bidang ekonomi, militer, pendidikan, seni, dan budaya.
Ia mempunyai banyak penasihat-penasihat andal. Nikita Panin adalah salah satu penasihatmya yang memiliki dampak besar di bidang negoisasi dengan pihak asing. Meskipun berencana menjatuhkan Ekaterina dengan menggantinya dengan putranya, nyatanya Panin adalah salah satu yang paling berpengaruh bagi pemerintahannya.
Selain Panin, ia juga bergantung pada Ivan Betskoy, yang dahulunya merupakan kekasih ibunya. Betskoy menasihatinya di bidang pendidikan dan kesenian. Betskoy terkenal dengan jasanya di bidang reformasi pendidikan. Ia meningkatkan pendidikan dengan pesat dan membuat Rusia semakin kuat karenanya.
Catherine melanjutkan perang dengan Turki yang berakar dari wilayah perbatasan. Ia berhasil memenangkan beberapa peperangan dan memukul mundur armada Turki dari Laut Tengah. Selain dengan Turki, ia juga berperang dengan Persia dimana ia berhasil beberapa kali mengamankan politik Rusia dengan mempengaruhi shah Persia.
Revolusi Perancis pecah dimasa pemerintahan Catherine. Setelahnya, ia khawatir hal yang sama akan terjadi di salah satu wilayah bawahannya, Polandia. Dan benar, Polandia kemudian menghapuskan monarki pada tahun 1795.
Ekaterina wafat pada tahun 1796 dan putranya Pavel naik takhta menjadi Paul I. Pemerintahan Ekaterina ditandai sebagai salah satu masa keemasan Kekaisaran Rusia. Masanya sering disebut sebagai era Catherinian.
Referensi: Wikipedia, Britannica.com, history.com
![]() |
| The Empress! |
Jika berbicara tentang monarki Rusia, nama-nama yang paling sering dibicarakan adalah Kaisar Nicholas II yang dibantai bersama keluarganya oleh revolusioner Rusia (istilah halus bagi pemberontak yang menang), Peter the Great sang pembaharu Rusia, dan tentu saja kaisar perempuan tersukses, Catherine the Great.
Musim dingin 1744, Putri Sophie Friederike Auguste von Anhalt-Zerbst diundang oleh Maharani Rusia, Yelisabeta Petrovna ke Rusia untuk dijodohkan dengan Putra Mahkota Rusia, Pangeran Peter. Hal ini dikarenakan usaha diplomasi yang diadakan oleh Count Lestock, Raja Friedrich II of Prussia dan Ratu Elizabeth. Selain fakta bahwa Peter adalah pangeran yang besar di Jerman. Maka, calon pengantinnya pun didatangkan dari Jerman.
Ditemani oleh Ibunya, Putri Elizabeth of Holstein-Gattorp, ia pun berangkat ke Rusia. Ibunya kemudian diusir dari Rusia setelah ketahuan menjadi mata-mata bagi Raja Friedrich II of Prussia. Ibunya sempat menjalin hubungan dengan Ivan Betskoy yang ditugaskan oleh Ratu Elizabeth untuk memata-matai ia dan putrinya.
Meskipun keturunan raja dan bergelar putri, keluarga Putri Friederike bukanlah keluarga kaya raya. Ia masih keturunan Raja Friedrike of Denmark dan ayahnya sendiri merupakan penguasa di salah satu kerajaan kecil di Jerman. Konon kabarnya, ia cuma membawa sedikit gaun dari Jerman dan tampil lusuh ketika pertama kali berhadapan dengan sang ratu.
Pangeran Peter adalah pangeran yang kekanak-kanakan. Ia lebih suka bermain tentara-tentaraan dibandingkan menemani calon pengantinnya. Friederike pun mencoba mendekati calon suaminya dengan mengikuti permainan itu. Pada tahun 1745 ia pun menikah dengan Peter. Ia bertukar nama menjadi Ekaterina Alekseyevna dan berpindah keyakinan dari Lutheranisme menjadi Ortodoks Rusia. Hal ini sempat mendapat tentangan keras dari ayahnya, Pangeran Christian August of Anhalt-Zerbst.
KERAGUAN ATAS KELEGALAN PUTRANYA
![]() |
| The Future Emperor, Pavel Petrovich |
Selama sembilan tahun pernikahan mereka, Ekaterina tidak pernah disentuh oleh Peter. Ia lebih suka menggundik dan menjauh dari pernikahan. Ekaterina benar-benar menjaga keperawanannnya selama sembilan tahun. Hingga pada tahun 1754 situasi berubah, Peter tiba-tiba menginginkannya. Pada saat itu, atas petintah Ratu Elizabeth ia sudah berhubungan dengan Sergei Saltykov.
Beberapa saat kemudian, ia pun hamil dan melahirlan seorang putra. Putra tersebut dinamai Pavel Petrovich. Banyak keraguan mendasari ayah anak ini. Ada yang mengatakan kalau ayahnya sebenarnya adalah Saltykov bukan Peter. Tetapi, di kemudian hari Pavel menunjukkan kemiripan tingkah laku dengan Peter meskipum mereka tidak saling mengenal.
Ekaterina juga menjalin hubungan dengan Pangeran Polandia, Stanislaw August Poniatowski dimana mereka mendapatkan seorang putri, Anna Petrovna. Anna kemudian meninggal setahun kemudian. Ia juga menjalin hubungan dengan Grigory Orlov yang kemudian hari membantunya merebut takhta Rusia dan juga dengan Grigory Potemkin, yang hendak diangkatnya menjadi Kaisar Rusia. Ia dan Orlov melahirkan seorang putra, Aleksey Grigorievich Bobrinsky. Sedangkan ia dan Potemkin mempunyai kemungkinan pernah menikah.
COUP D'ETAT
Setelah Ratu Elizabeth meninggal, Peter pun dimahkotai sebagai raja. Salah satu tindakan pertamanya adalah menarik pasukan Rusia dari perang melawan Prusia dan Britania Raya. Hal ini pun menggerus dukungan padanya dan membuka jalan bagi Ekaterina untuk melakukan Coup sebagai ibu dari pewaris takhta Rusia.
Bermodalkan pasukan yang dipimlin oleh Orlov dan Potemkin, ia kemudian berhasil merebut istana Saint-Petersburg. Peter kemudian diasingkan sebelum kemudian dibunuh secara diam-diam oleh Alexei Orlov. Pasukan Ekaterina juga menyingkirkan ancaman lain, mantan kaisar Ivan VI yang dikurung oleh Ratu Elizabeth.
Meskipun bukan seorang Romanov tetapi Ekaterina tetap bisa melegitimasi kekusaannya sebagai seorang keturunan Dinasti Rurik, pendahulu Romanov. Meskipun banyak yang memperdebatkan apakah dia itu hanya seoang wali bagi putranya atau bahkan perebut takhta, nyatanya ia bertakhta hingga waktu kematiannya.
MASA KEKUASAAN, PERANG DENGAN TURKI, DAN INSIDEN LAINNYA
![]() |
| Marina Aleksandrova sebagai Ekaterina II dalam Ekaterina (2015-) |
Ekaterina dimahkotai di Assumption Cathedral, Moskow pada tanggal 22 September 1762. Koronasinya ditandai dengan pembuatan mahkota yang didesain oleh ahli perhiasan asal Perancis, Jeremie Pauzie. Mahkota ini di kemudian hari akan menjadi salah satu benda bersejarah Rusia. Mahkota ini terinspirasi dari mahkota Kaisar Byzantium dan seolah-olah menyatakan bahwa Rusia lah pewaris kejayaan Kekaisaran Romawi. Mahkota ini kini terletak di Museum Kremlin di Moskow.
Pada masa kekuasaan Ekaterina Rusia bertambah luas sebanyak 520.000 kilometer persegi. Ia berhasil meningkatkan kekuatan Rusia baik di bidang ekonomi, militer, pendidikan, seni, dan budaya.
Ia mempunyai banyak penasihat-penasihat andal. Nikita Panin adalah salah satu penasihatmya yang memiliki dampak besar di bidang negoisasi dengan pihak asing. Meskipun berencana menjatuhkan Ekaterina dengan menggantinya dengan putranya, nyatanya Panin adalah salah satu yang paling berpengaruh bagi pemerintahannya.
Selain Panin, ia juga bergantung pada Ivan Betskoy, yang dahulunya merupakan kekasih ibunya. Betskoy menasihatinya di bidang pendidikan dan kesenian. Betskoy terkenal dengan jasanya di bidang reformasi pendidikan. Ia meningkatkan pendidikan dengan pesat dan membuat Rusia semakin kuat karenanya.
Catherine melanjutkan perang dengan Turki yang berakar dari wilayah perbatasan. Ia berhasil memenangkan beberapa peperangan dan memukul mundur armada Turki dari Laut Tengah. Selain dengan Turki, ia juga berperang dengan Persia dimana ia berhasil beberapa kali mengamankan politik Rusia dengan mempengaruhi shah Persia.
Revolusi Perancis pecah dimasa pemerintahan Catherine. Setelahnya, ia khawatir hal yang sama akan terjadi di salah satu wilayah bawahannya, Polandia. Dan benar, Polandia kemudian menghapuskan monarki pada tahun 1795.
Ekaterina wafat pada tahun 1796 dan putranya Pavel naik takhta menjadi Paul I. Pemerintahan Ekaterina ditandai sebagai salah satu masa keemasan Kekaisaran Rusia. Masanya sering disebut sebagai era Catherinian.
Referensi: Wikipedia, Britannica.com, history.com




Comments
Post a Comment