Fatimah binti Ali Khijam, Selir Wangi yang Lebih Memilih Mati Dibandingkan Melayani Kaisar
Oleh: Syafril Agung Oloan Siregar
Wanita Uighur, salah satu mutiara yang diturunkan di dataran
Tiongkok. Tinggal di wilayah Xinjiang, para wanitanya terkenal dengan keelokan
parasnya. Di masa kini, salah satu yang paling tersohor adalah aktris papan
atas negeri tirai bambu, Dilraba Dilmurat. Tetapi, kecantikan wanita Uighur
sudah pernah membuat seorang kaisar klepek-klepek. Kaisar itu adalah salah satu
kaisar terbaik Dinasti Qing, Kaisar Qianlong yang memerintah pada tahun 1735-1796.
Sekadar informasi, pembantaian warga Tiongkok oleh tentara Hindia terjadi di
era kaisar ini.
Alkisah, hiduplah seorang gadis cantik di wilayah Pegunungan Tian Shan. Ia adalah putri dari
kepala suku di wilayah tersebut. Konon ketika Kekaisaran Tiongkok menginvasi
Uighur, suaminya dibunuh dan ia diculik. Ia kemudian dibawa kepada sang kaisar
dan seketika kaisar jatuh cinta padanya.
Kaisar kemudian membawanya ke ibukota dan membangunkan istana
dengan suasana yang mirip dengan suasana di kampung halaman sang putri. Kaisar juga
membangunkan masjid dan bangunan-bangunan bergaya Uighur agar wanitanya semakin
betah tinggal di sana.
Tetapi, sang selir tidak luluh dan pada suatu hari ia
melukai kaisar dengan sebuah belati. Melukai kaisar berarti hukuman mati yang
kejam. Tetapi, cinta sang kaisar membuatnya mengampuni selir kesayangannya itu.
Ibu Suri kemudian membujuk kaisar agar ia mengembalikan selirnya ke Xinjiang.
Michael Wicaksono menulis di bukunya tentang Dinasti Qing,
bahwa sang selir berakhir tragis. Pada saat kaisar sedang melakukan sembahyang
tahunan, Ibu Suri memanggil seir itu ke istananya. Dia memerintahkan agar seluruh
puri dijaga ketat dan ditutup. Bahkan kaisar pun akan dilarang masuk.
Ibu suri kemudian menanyakan keinginannya dan jawabannya
adalah kematian. Ibu Suri kemudian memberikan kain putih kepadanya dan ia pun
menggantung dirinya. Seorang kasim kemudian mengabari kaisar tetapi semuanya
telah terlambat. Sang selir kesayangan telah mati. Dalam versi Uighur, selir
itu mati diracun oleh Ibu Suri alih-alih bunuh diri.
Sang kaisar kemudian memerintahkan agar selir kesayangannya
diurus dan dimakamkan di Paviliun Taoran, di sebelah selatan Beijing.


Comments
Post a Comment