Kisah Dua Elizabeth, Anak Haram yang Menjadi Salah Satu Penguasa Terbaik di Dua Kerajaan Terbesar (atau akan menjadi yang terbesar)

oleh: Syafril Agung Oloan Siregar

ELIZABETH I OF ENGLAND
Coronation of Elizabeth I


Tanah Britania, dahulunya terdiri dari banyak wilayah kecil. Tanah-tanah ini kemudian bersatu hingga terbentuklah tiga wilayah. England, Wales, dan Scotland. Wales tidak pernah mempunyai raja. Mereka dipimpin oleh Pangeran. Kini, Pangeran Wales adalah gelar resmi putra mahkota Britania Raya. Gelar yang saat ini dipegang oleh Pangeran Charles, putra tertua Ratu Elizabeth II.

England, pada awalnya merupakan tanah kosong. Hingga kemudian bangsa Celtic datang. Setelah itu datanglah bangsa Romawi menyerang dan mendirikan tembok Hadrian untuk mengusir bangsa Celtic ke wilayah utara. Setelah Romawi runtuh, bangsa Anglo-Saxon dari Jerman pun mendirikan kerajaan di England. Hingga raja terakhirnya, Harold Godwinson dikalahkan oleh William the Bastard, kemudian digelari William the Conqueror. Sejak inilah, keturunan William menjadi penguasa di England.

Sampailah pada suatu masa, 500 tahun usai William, hiduplah seorang raja bernama Henry VIII. Di masa mudanya, ia adalah pemuda yang gagah dan tampan. Tetapi, seiring dengan menuanya ia menderita obesitas. Henry menikah dengan janda abangnya, Catherine Putri Spanyol yang cantik. Tetapi, pernikahan mereka tidak dikaruniai putra. Hanya seorang putri, Mary Tudor.

Henry kemudian mencari akal dan ia terlibat hubungan dengan putri dari bangsawan Boleyn, Anne. Dikarenakan depresinya ia pun kemudian berani menentang Vatikan dan membatalkan pernikahannya dengan Catherine. Ia kemudian keluar dari agama Katolik dan menikahi Anne. Mereka dikarunia lagi-lagi seorang putri, Elizabeth. Inilah Elizabeth kita yang pertama.

Ratu Inggris

Meskipun sudah mempunyai Elizabeth, Henry tetap ngotot menuntut putra dari Anne. Hingga pada suatu titik, ia merencanakan pembatalan pernikahan dengan Anne. Ia melakukan siasat yang membuat Anne akhirnya kehilangan nyawa dan kepalanya. Ia dituduh melakukan perselingkuhan, sihir, dan hubungan incest dengan saudaranya, George Boleyn. Akibat dari ini, Elizabeth pun dinyatakan anak haram alias tidak legal mewarisi takhta Inggris.

Henry menikah empat kali lagi dan ia hanya punya satu putra sah, Edward. Setelah ia meninggal, Edward pun diangkat jadi Raja Inggris dengan gelar Edward VI. Edward mati muda tanpa keturunan. Takhta pun diberikan pada saudara jauh mereka Lady Jane Grey tetapi kemudian pendukung Mary dan Elizabeth memberontak dan mengatakan kalau Mary dan Elizabeth lah pewaris yang sah. Hal ini larena surat wasiat Henry yang menyatakan kalau kedua putrinya itu sudah dikembalikan haknya menjadi pewaris.

Mary kemudian memerintah bersama suaminya Raja Spanyol, Philip II. Bermodal inilah ia aman menjalankan pemerintahannya. Ditambah pernikahan ibunya dengan ayahnya tetap dianggap sah oleh Vatikan. Meskipun pemerintahannya ditandai dengan pembantaian penganut Protestan. Mary meninggal tanpa keturunan. Takhta pun jatuh pada adik tirinya, Elizabeth.

Elizabeth menghadapi banyak tantangan, ia adalah seorang anak haram, beragama Protestan, tanpa suami, perempuan lagi. Kombinasi sempurna yang mengancam nyawanya tahun demi tahun. Ditambah rongrongan dari ratu negara tetangga, sepupu jauhnya Mary, Queen of Scots yang merupakan anak sah, keturunan bibinya Margareth Tudor. Permusuhan ini berakhir ketika Mary dihukum mati akibat tuduhan percobaan pembunuhan kepada Elizabeth.
The Badass Cate Blanchett


Spanyol marah pada Inggris dan mencoba menginvasi. Spanyol, negara dengan armada terkuat di Eropa itu ternyata tenggelam di lautan. Elizabeth pun berhasil menyelamatkan negaranya dan berhasil memerintah dengan baik hingga akhir hayatnya. Diluar kontroversi pemerintahannya, Elizabeth adalah salah satu monarki terbaik Inggris.

ELIZABETH OF RUSSIA

Elizabeth of Russia


Sekarang kita beralih ke ujung timur Eropa. Sebuah negeri yang sebagian wilayahnya merupakan es. Di wilayah ini dahulunya banyak kerajaan-kerajaan kecil. Salah satunya adalah Grand Duchy of Moscow atau Kepangeranan Moskow. Pada masa Ivan IV, berdirilah Ketsaran Rusia sebelum pada masa Peter I berubah menjadi Kekaisaran Rusia. Meskipun secara resmi gelar monarki Rusia sejak Peter I adalah Kaisar atau Emperor dalam Inggris dan Imperator dalam rusia tetapi sering orang-orang tetap memanggil rajanya dengan gelar tsar atau czar.

Peter I dijululi the Great, Yang Agung. Ia menikah dua kali. Istri pertamanya bernama Eudoxia Fedorovna Lopukhina. Mereka dikaruniai seorang putra, Alexei Petrovich tetapi kemudian mati sebelum ayahnya.

Usai kematian Peter, istri kedua Peter, Catherine kemudian menyatakan dirinya sebagai maharani rusia melalui serangkaian permainan politik. Meskipun menikah secara sah, dua anak mereka Anna dan Elizabeth lahir di luar nikah. Sehingga tidak bisa mewarisi. Meskipun, kabarnya mereka sudah menikah dua tahun sebelum Elizabeth lahir.

Usai kematian Catherine I, takhta rusia diwariskan kepada Peter II, cucu Peter dari putranya Alexei. Peter II mati muda kemudian takhta pun jatuh kepada keponakan Peter I, Anna (bukan Anna yang diatas) putri dari kakakanya, Ivan V. Hal ini karena sebenarnya Ivan V lah pewaris yang sah. Tetapi, karena keterbatasan mentalnya, maka Peter lah yang menjadi kaisar atas nama Ivan. Setelah Ivan mati, Peter pun menjadi kaisar atas namanya sendiri.

Not The Greatest Portayal but still Good.


Karena isu kesahan Elizabeth, putri Peter I lah mengapa Anna yang diberikan takhta. Tetapi, setelah Anna mati dan takhta kemudian diberikan kepada Ivan VI, cicit dari Ivan V. Elizabeth kemudian melakukan kudeta dan mengurung seluruh keluarga Ivan termasuk ayahnya, Grand Duke Anthony Ulrich di benteng Kholgomiry. Elizabeth memerintah sampai akhir hayatnya.

Kesamaan Elizabeth I of England dan Elizabeth I of Russia.

1. Selain isu anak haramnya, mereka berbagi beberapa banyak hal. Yang pertama ibu mereka merupakan istri kedua.
2. Mereka tidak pernah menikah.
3. Mereka mewariskan takhta kepada keponakan mereka. Takhta Inggris kepada putra Mary, Queen of Scots James dan Rusia kepada Peter, putri dari Anna Petrovna.
4. Mereka menghadapi negara yang kuat. Inggris menghadapi Spanyol. Rusia menghadapi Turki Utsmani.
5. Ayah mereka terkenal sebagai raja yang keras dalam memerintah. Efektif dan kejam dan mereka mencoba meniru gaya pemerintahan mereka.

Referensi: wikipedia, King's & Queens of Great Britain by David Soud, Britannica.com

Comments