Mengintip Proses Rekaman Album The Beatles yang Super Rusuh di Get Back
Oleh: Syafril Agung Oloan Siregar
|
Judul |
: The Beatles: Get Back |
|
Sutradara |
: Peter Jackson |
|
Genre |
: Dokumenter, Musik |
|
Pemain |
: John Lennon, Paul McCartney, George
Harrison, Ringo Starr |
|
Rilis |
:
25-27 November 2021 (Disney+) 9 Februari 2022 (The Rooftop Concert only on IMAX) |
|
Durasi |
: 468 Menit (documenter) / 66 menit (Rooftop
Concert) |
The Beatles, band yang jelas saja sudah mendapatkan label legenda. Berbagai media bahkan telah melabeli mereka sebagai musisi terbaik sepanjang masa. Kesuksesan mereka bukan hanya dari segi komersial, tetapi juga kualitas musiknya. Baik dari notasi, lirik, hingga proses pengerjaannya yang memperkenalkan berbagai teknik baru yang banyak dimanfaatkan para musisi sesudah mereka.
Salah satu yang menarik ketika membahas soal The Beatles adalah bagaimana akhirnya band ini bubar. Ada banyak spekulasi yang beredar mengenai proses sebenarnya mengenai pecahnya grup band yang merajai belantika musik dunia di dekade 1960-an ini. Berbagai media sudah menjelaskannya dengan gamblang. Meskipun memang selama ini tidak ada footage yang benar-benar utuh dalam menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi puluhan tahun silam.
Salah satu yang digadang-gadang sebagai penyebab keruntuhan band ini adalah projek album mereka yang dinamakan "Get Back" atau kemudian dirilis sebagai "Let It Be". Album ini dikerjakan dengan sangat rusuh, bahkan lebih rusuh dari album mereka sebelumnya yang berjudul The Beatles atau White Album. Sama seperti sebelumnya, di album ini ada juga anggota yang keluar untuk sejenak. Apabila di White Album orang itu adalah Ringo Starr, maka kali ini orangnya adalah George Harrison.
Dan di dokumenter Get Back lah, footage-footage itu diperlihatkan. Memang bukan footage yang benar-benar utuh yang konon hingga 60 jam. Tapi setidaknya, meskipun hanya berdurasi kira-kira 8 jam, para pembuatnya mengatakan kalau versi ini adalah versi yang sama sekali tidak bias dan sudah disajikan apa adanya dan sesuai dengan kenyataan.
Dan ya, emang versi ini terasa sangat gamblang dan apa adanya dalam menampilkan proses rekaman yang terdapat banyak perdebatan itu. Peter Jackson dapat dikatakan berhasil mengumpulkan dan mengedit materinya menjadi layak untuk dijadikan sebuah tontonan yang bukan hanya informatif, tetapi juga mampu menyentuh penontonnya. Setiap orang yang mengikuti dan mendengarkan musik-musik The Beatles kemungkinan besar akan suka dengan dokumenter ini.
The Beatles: Get Back dipenuhi dengan kegilaan yang kebanyakan disebabkan oleh duo Paul McCartney dan John Lennon. Meski begitu, momen ketika George Harrison memutuskan untuk mundur dan ketika Harrison-Starkey menggarap lagu Octopus's Garden adalah dua momen yang juga tidak kalah mentereng.
Hal lain yang menarik dari dokumenter ini adalah bagaimana penonton diperlihatkan proses mereka dalam baik itu menggarap lagu, mencari komposisi dan aransemen yang paling pas, hingga mencari hasil yang terbaik. Sangat terlihat kalau ada perfeksionisme yang begitu kental pada tiap anggota The Beatles. Terutama pada Paul McCartney yang memang sangat dominan dalam urusan apapun, terutama aransemen dan penulisan lagu.
Ada banyak hal lain yang juga diperlihatkan di sini. Kebanyakan sih sebenarnya udah sering banget dibahas dan rata-rata penggemar The Beatles juga sudah tahu. Seperti bagaimana pengaruh Yoko Ono yang dinilai sebagai salah satu penyebab keretakan hubungan Lennon-McCartney, atau bagaimana selera musik George Harrison dinilai terlalu aneh oleh rekan-rekannya. Seperti yang gue tulis di atas, ini juga yang menyebabkan Harrison sempat meninggalkan The Beatles selama hampir satu minggu. Barulah usai Lennon-McCartney membujuknya untuk yang kedua kali ia baru mau kembali bergabung dengan band.
Kisah-kisah itu lah yang membuat dokumenter ini sangat menarik dan sangat layak untuk dinikmati. Ada sangat banyak momen lainnya, tapi gue akan menyarankan untuk langsung ditonton saja untuk dapat menikmati semuanya secara utuh.
Kemudian, usai proses penggarapan album yang begitu panas dan begitu banyak drama-drama yang membuat tiap anggota The Beatles panas, mereka pun memgadakan konser di atap kantor mereka sendiri. Konser ini di kemudian hari dikenang sebagai penampilan live The Beatles yang terakhir. Meskipun memang setelah ini mereka masih merekam satu album lagi, yaitu Abbey Road (mungkin album paling terkenal The Beatles) sebelum bubar setahun setelah rekaman ini.
Konser ini sendiri menurut gue sangat bagus dan kualitasnya benar-benar luar biasa. Gue menonton ini dua kali. Sekali di laptop dan sekali lagi di IMAX. Dan kalau di kota kalian ada IMAX, sama sekali gak ada alasan untuk melewatkan kesempatan menontonnya langsung di IMAX. Karena ini benar-benar sesuatu yang benar-benar layak untuk dirayakan dengan teknologi terbaik.
Konsernya benar-benar asyik dan gue sangat menikmatinya. Yeah, it's always good to be at a concert. Dan meskipun bukan konser langsung, gue tetap sangat suka dengan apa yang disajikan. Apalagi gue sempat mencoba mengambil sudut pandang orang-orang yang menonton secara langsung saat itu. Empat orang musisi luar biasa, sudah tidak pernah tampil live selama dua tahun lebih, kemudian mereka tanpa pengumuman tampil dalam penampilan super epik. Yeah, that's really an amazing moment. Dan di dokumenter ini hal itu ditampilkan dengan baik.
Pada akhirnya, The Beatles: Get Back adalah suatu dokumenter yang luar biasa. Peter Jackson benar-benar sangat memahami apa yang diinginkan oleh para penonton mengenai kisah ini. Ini adalah sesuatu mahakarya yang harus dirayakan. Terutama kalau kalian adalah penggemar The Beatles. Ini sudah pasti hukumnya wajib.

Comments
Post a Comment